Followers

Sunday, May 2, 2010

iman

gambar markaz KK dari luar.


dalam masjid pekan menggatal,KK.


Orang-orang yang sesungguhnya paling sengsara adalah mereka yang
miskin iman dan mengalami krisis keyakinan. Mereka ini, selamanya akan
berada dalam kesengsaraan, kepedihan, kemurkaan, dan kehinaan.
{Dan, barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya
kehidupan yang sempit.}
(QS. Thaha: 124)


Tak ada sesuatu yang dapat membahagiakan jiwa, membersihkannya,
menyucikannya, membuatnya bahagia, dan mengusir jauh-jauh kegundahan darinya,
selain keimanan yang benar kepada Allah s.w.t., Rabb semesta alam.
Singkatnya, kehidupan akan terasa hambar tanpa iman.
Dalam pandangan para pembangkang Allah yang sama sekali tidak
beriman, cara terbaik untuk menenangkan jiwa adalah dengan bunuh diri.
Menurut mereka, dengan bunuh diri orang akan terbebas dari segala tekanan,
kegelapan, dan bencana dalam hidupnya. Betapa malangnya hidup yang
miskin iman! Dan betapa pedihnya siksa dan azab yang akan dirasakan oleh
orang-orang yang menyimpang dari tuntunan Allah di akhirat kelak!
{Dan, (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka
belum pernah beriman kepadanya (al-Quran) pada permulaannya, dan Kami
biarkan mereka bergelumang dalam kesesatannya yang sangat sesat.}
(QS. Al-An'am: 110)
Kini, sudah saatnya dunia menerima dengan tulus ikhlas dan beriman
dengan sesungguhnya bahwa "tidak ada llah selain Allah". Betapapun,
pengalaman dan ujian serta cubaan manusia sepanjang sejarah kehidupan dunia ini
dari abad ke abad telah membuktikan banyak hal; menyadarkan akal bahwa
berhala-berhala itu takhayul belaka, kekafiran itu sumber petaka,
pembangkangan itu dusta, para rasul itu benar adanya, dan Allah benarbenar
Sang Pemilik kerajaan bumi dan langit— segala puji bagi Allah dan
Dia sungguh-sungguh Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Seberapa besar — kuat atau lemah, hangat atau dingin — iman Anda,
maka sebatas itu pula kebahagiaan, ketentraman, kedamaian dan
ketenangan Anda.

{Barangsiapa mengerjakan amal salih, baik lelaki mahupun perempuan dalam
keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan
yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan
pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.}
(QS. An-Nahl: 97)


Maksud kehidupan yang baik (hayatan thayyibah) dalam ayat ini adalah
ketenangan jiwa mereka kerana janji baik Rabb mereka, keteguhan
hati mereka dalam mencintai Dzat yang menciptakan mereka, kesucian
nurani mereka dari unsur-unsur penyimpangan iman, ketenangan mereka
dalam menghadapi setiap kenyataan hidup, kerelaan hati mereka dalam
menerima dan menjalani ketentuan Allah, dan keikhlasan mereka dalam
menerima takdir. Dan itu semua adalah karena mereka benar-benar yakin
dan tulus menerima bahwa Allah adalah Rabb mereka, Islam agama mereka,
dan Muhammad adalah nabi dan rasul yang diutus Allah untuk mereka.

motivasi utk diri sendiri:kurang cakap pasal iman dalam kehidupan seharian,hati gundah gulana,mahu atau tidak mahu,cakaplah walau sedikit.

6 comments:

^inas^ said...

mcm dgn engineering campus?
sana ade jemaah mcm tu juga x?

ziarah76 said...

blom pernah sampai lagi markaz KK

snowcap@kopiah.blogspot.com said...

hehe..pegi la sini tuan...syok,

snowcap@kopiah.blogspot.com said...

kak inas:kampus usm nibong tebal??
ade juge jemaah,kwn saye karkun2 kmns ade kat ctu wat usahe juge..

J.Ryzeq said...

Uiks, markaz kk, dah berubah ekk, dulu tahun 2005 sy jejak kan kaki , uzur jerk walaupun lantai tuh mosaic .

snowcap@kopiah.blogspot.com said...

haah..saye sampai-sampai sini pon mmg da macam tu..da mosaic da..kehadiran malam markaz pon masyaallah dah ramai..

ucapan sambil lewa

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails